Keheningan

Category: Motivasi
Published: Friday, 29 November 2013
Written by Super User

Dalam abad modern yang hiruk pikuk oleh bunyi media elektronik yang dapat dijumpai di mana saja, keheningan semakin dianggap tidak ada maknanya, atau dianggap hanya untuk orang-orang tertentu yang ketinggalan zaman. Tidak mengherankan bahwa justru ada saja orang yang merasa takut masuk dalam keheningan. Mengapa mereka takut? Karena orang yang masuk dalam keheningan pertama-tama akan
dihadapkan dengan diri sendiri, dan mulai melihat aspek-aspek kehidupan yang selama ini ditutupi entah secara sadar atau tidak sadar.

 

    Menurut Lao-Tse “ keheningan itu wahyu agung ”. sementara kita percaya bahwa Kitab Suci adalah wahyu Allah, sabda atau firman Allah sendiri. Maka sudah pasti, jika kita mau mendengarkan firman Tuhan dalam Kitab suci satu-satunya jalan masuk yang harus kita lewati adalah ‘ keheningan ‘. Karena ketika masuk dalam keheningan kita pertama-tama berhadapan dengan diri sendiri, maka yang menakutkan adalah kita masuk dalam pergulatan pribadi, sebelum kita mampu menaklukan diri dan menenangkan diri menjadi hening untuk siap mendengarkan sabda Tuhan. Dalam pergulatan pribadi ini kita akan mulai lebih menyadari aspek positip dan negatip dalam diri kita yang berlomba saling mendominasi satu sama lain. Jika kita terbelenggu pada pergulatan ini maka kita hanya berada pada keheningan yang sangat dangkal yaitu keheningan tubuh. Diperlukan disiplin diri agar keheningan bibir dan keheningan badan bergerak perlahan membawa ke keheningan hati. Dari taraf keheningan badan kita mulai meninggalkan segala beban yang menekan, dan beralih ke taraf budi / pikiran yang lebih dalam dan ke taraf emosi. Pada taraf ini perasaan-perasaan dan keinginan-keinginan ditundukan. Setelah itu masuk ke taraf keheningan batin di mana seseorang berada sendiri dan dengan segala kesederhanaannya berada di hadapan Sang Misteri yaitu Allah sendiri. Maka dapatlah disimpulkan bahwa keheningan bukan berarti tidak ada keributan, tetapi juga tidak adanya ego – hilangnya perhatian pada diri sendiri, tidak lagi memikirkan diri sendiri atau mencari kepentingan diri sendiri – dan oleh sebab itu keheningan dialami begitu menantang tetapi jaga menakutkan.

   Dalam keheningan yang paling dalam di mana jiwa dalam keadaan terpesona memandang kehadiran Allah maka di sini keheningan hati bermakna sebagai berikut :

    * 1. Rasa cinta : Dalam kondisi ini kata-kata tidak lagi diperlukan karena komunikasi dari hati ke hati.
    * 2. Pujian : Keheningan adalah satu-satunya yang diperlukan untuk menyanyikan pujian kepada Allah.
    * 3. Rasa hormat : Sembah sujud dalam keheningan dan penyerahan diri serta seluruh keberadaanku tanpa kata.
    * 4. Rasa takjub dan kagum : Karena begitu terpesona memandang kebesaran Tuhan, maka kata-kataku tidak cukup untuk menyatakan Rahasia agung keberadaan Allah.

  Berikut ini beberapa makna keheningan yang merupakan kesimpulan dari rekoleksi empat ratus novis Keuskupan Bangalore, India (majalah Rohani , Th. XXXIX, no. 10, Oktober 1992 ) dengan tema ‘ keheningan ‘.

Keheningan adalah pelayan suci kedamaian. Kita mencari Tuhan dalam keheningan batin.
Keheningan alat untuk pemahaman diri dan untuk persatuan dengan Allah.
Keheningan mengarahkan kita kepada Allah dan sesama
Keheningan adalah pembicaraan antara dua orang yang saling mencintai. Semakin banyak kita terima dalam keheningan semakin banyak pula kita berikan dalam kehidupan sehari-hari.
Keheningan adalah kertas putih dimana Tuhan ingin menulis dan kita perlu membacanya.
Keheningan adalah jalan menuju Allah dan sesama.
Keheningan adalah wahana untuk mengetahui diri kita sendiri dan Allah.
Keheningan adalah kesadaran yang mendalam akan Allah.
Keheningan adalah bahasa Allah.
Keheningan adalah harta dalam kehidupan sehari-hari kita.
Keheningan sejati menyempurnakan kita untuk menemukan Allah. Dalam dunia yang hiruk-pikuk dan penuh desolasi ini, satu-satunya tujuan hidup kita dalam karya dan doa adalah melalui keheningan.
Keheningan adalah kebutuhan pribadi yang fundamental untuk bersatu dengan Allah dan diri kita sendiri.
Keheningan adalah suatu tanaman yang pahit, tetapi menghasilkan buah yang manis.

Apa arti keheningan menurut anda ?

Br. Konrad BM

Sepucuk Surat Dari Ayam

Category: Motivasi
Published: Friday, 29 November 2013
Written by Super User

     Maafkan aku kalau tulisanku ini mengganggumu. Aku sendiri juga tidak yakin apakah benar menulis surat ini atau tidak. Kupikr, jika surat ini tidak pernah ada, mungkin tidak akan lagi ada kesempatan. Dengan tulisan ku yang berantakan ini kamu menyebutnya cakar ayam, semoga masih bisa terbaca, aku memberanikan diri.


     Masih teringat, tiap pagi kamu selalu telat bangun. Sulit sekali untukmu bangun pagi. Sering kali kamu tidak sarapan, langsung saja berangkat. Lihat saja, badan kamu jadi kurus begitu. Tahukah kamu? Aku sangat sedih. Aku bertekad berbuat sesuatu untukmu. Tiap pagi aku akan bangun pagi-pagi, aku akan teriak terus sampai kamu bangun. Sering kali, tenggorokanku sakit, suaraku hilang, tapi aku tetap berusaha teriak sampai kamu bangun. Sekarang mungkin kamu harus berjuang sendiri, maafkan aku, aku tidak bisa lagi membangunkanmu.

    Kata dokter, telurku banyak mengandung protein. Aku begitu bahagia bisa memberikan sesuatu dari diriku untukmu. Memang aku sulit sekali menerima ini, aku begitu sulit bertelur dengan harapan dapat anakku dapat segera menetas. Tapi sepertinya harapan itu tidak akan pernah terwujud. Setidaknya aku bisa melihatmu sehat karena telurku. Aku tidak pernah menyesal, karena aku sangat mengasihmu.

   Akhir-akhir ini, aku merasa aneh, daging pada tubuhku terasa membengkak, terutama bagian pahaku. Aku mulai bertanya kapan aku terakhir fitness. Tapi rupanya itu bukan hasil fitnessku selama ini, kamu telah melakukan sesuatu padaku. Seingatku sering kali aku tertusuk jarum yang tajam dan setelah itu, terasa ada carian yang masuk ke tubuhku. Pertama-tama kukira dengan badanku seperti ini, kamu ingin aku jadi atlit binaraga. Aku begitu bahagia, kamu begitu memperhatikanku. Ketika aku diangkut ke truk bersama teman-temanku, aku masih berpikir aku akan pergi ikut turnamen binaraga. Aku begitu bahagia berpikir bisa membawa pulang piala buatmu sampai aku sadar tempat apa yang kami tuju. Aku melihat teman-temanku sudah terkapar, darah mengucur dimana-mana, mereka sudah tidak beryawa. Teriakanku tertahan, Ini bukan gedung turnamen, ini adalah rumah jagal.

   Akhirnya aku mengerti, ternyata aku disuntik supaya dagingku besar, kamu akan menikmati dagingku. Tapi semua itu sudah terlambat. Aku takut sekali, aku ingin lari keluar tapi aku tak bisa, aku tak berdaya.

  Satu-persatu temanku dimasukkan ke dalam sebuah alat yang besar, teriakan mereka begitu menyayat hati. Aku tahu pasti, sebentar lagi aku akan merasakannya. Aku heran, suara teriakan yang begitu keras, tidakkah itu mengganggumu? Mungkin kamu tidak mendegarnya atau lebih tepatnya tidak mau mendengarnya? Bukankah kita sama-sama mahkluk ciptaan Tuhan? Bukankah dulu kita saling mengasihi? Kenapa kamu berubah begitu cepat? Apakah aku benar-benar tidak bermakna di matamu?

  Waktuku sudah hampir habis, sebentar lagi akan tiba giliranku. Sudah tidak ada gunanya lagi aku berbicara terlalu banyak. Ketika kamu membaca surat ini, aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Hmm, mungkin juga aku sudah berada dalam perutmu!

  Tapi ada satu hal yang aku ingin sekali kamu tahu, bahwa aku masih mengasihmu, saudaraku. Aku doakan semoga kamu bisa hidup bahagia denga kasih. Semoga pengorbananku ini bermakna bagimu. Aku masih terus menantikan hari dimana kita bisa hidup bersama, saling mengasihi. Mungkinkah hari itu akan tiba? Hari hidup kita juga akan tiba…. Mari kita berikan kehidupan ini dengan hidup kita

Bertolaklah ke Tempat Yang Lebih Dalam

Category: Motivasi
Published: Friday, 29 November 2013
Written by Super User

        Ada apa di tempat yang dalam sehingga Sang Guru mengajak murid-muridNya menuju ke sana? Apakah di sana ada kebahagiaan? Ataukah di sana mereka diuji?
Dalam renungan ini saya mendapatkan pemahaman baru dalam mana saya sebagai seorang yang terpanggil di antara yang terpanggil ditantang berani maju.
        Tempat yang dalam memang penuh dengan ikan-ikan besar dan akan banyak ikan yang saya tangkap bila saya tekun bekerja. Tetapi saya sendiri menjadi was-was dengan kemampuan saya, saya akan ke tempat yang dalam tetapi saya tidak bisa berenang. Apa yang akan terjadi pada saya bila kemungkinan terburuk, yaitu ketika gelombang besar menghadang atau kebetulan saya menangkap ikan yang besar dan ikan itu menenggelamkan perahu saya? Memang orang selalu mengatakan “siapkan payung sebelum hujan.” Oleh karena itu sebelum memulai semua pewartaan mestilah saya membekali diri dengan segala hal, terlebih bagaimana saya membuat jiwa saya menjadi kuat dengan makanan rohani dariNya.

         Setelah melalui tahap demi tahap dan berpindah dari satu kota ke kota yang lain dan sekarang tertambat di Metropoitan, saya semakin yakin Tuhanlah yang memilih dan menugaskan saya. Meskipun banyak sekali tawaran di kota yang serba ada dan hiruk pikuk kesibukan ini namun saya kuat tidak takut sedikitpun. Keyakinan semakin kuat dan dengan kerendahan hati saya selalu memohon kekuatan hanya dari padaNYA.

Majalah Rukun. Sampul-2008

Jenius Adalah 1 Persen Inspirasi dan 99% Keringat

Category: Motivasi
Published: Friday, 29 November 2013
Written by Super User

  Karena dianggap bodoh pada masa kecilnya, maka sejak usia 7 tahun Edison dikeluarkan dari sekolah oleh orang tuanya untuk belajar sendiri di rumah, dan pada usia 12 ia mulai berjualan koran dan buah-buahan di kereta api, sambil terus belajar secara mandiri melalui bahan bacaan buku dan

percobaan-percobaan kecil di rumahnya. Semenjak ia menjadi operator telegraf konvensional, pada tahun pertama ia bekerja, Edison sempat berkali-kali di pecat dari pekerjaannya karena kurangnya fokus pada tugas operasionalnya, karena ia sibuk membaca dan bereksperimen dengan peralatan yang menjadi tugasnya tersebut, dan hingga pada tahun 1870 Edison berhasil menemukan telegraf dengan fungsi yang terbilang sempurna pada masanya itu.

  Pada tahun 1874, ia berhasil mendirikan bengkel science untuk percobaan dan penelitiannya sendiri dan tahun 1877 ia menemukan gramofon. Pada tahun 1879, setelah belasan ribu eksperimen yang 'gagal', ia menemukan sebuah cara yang berhasil untuk menyalakan lampu pijar yang berfungsi dengan sempurna, pesan yang selalu mengiringi keberhasilan ini adalah bahwa ia tidak melakukan ribuan eksperimen yang gagal, melainkan melakukan ribuan eksperimen yang mengantarkannya pada cukup 1 sukses besar, yang akan merubah dirinya dan kehidupan orang banyak sepanjang masa... Edison memegang ribuan hak paten atas berbagai penemuan yang merubah dunia hingga hari ini, semuanya didasarkan pada ketekunan, kesabaran, keteguhan dan komitmentnya atas apa yang dipercayanya akan dapat diraih.

   Berikut adalah Quotes Thomas Alva Edison yang terkenal: "Jenius adalah 1 persen inspirasi dan 99% keringat"

Statistic

Articles View Hits
138459

Web Links